Praktik Dan Edukasi Pijat Laktasi Di Kelurahan Karangpucung Puskesmas Purwokerto Selatan

Authors

  • Beby Yohana Okta Ayuningtyas STIKes Bina Cipta Husada Purwokerto Author

Keywords:

ASI Eksklusif, pijat laktasi

Abstract

Menurut WHO (2025), anak-anak harus disusui secara eksklusif selama enam bulan pertama setelah lahir, tanpa makanan atau minuman lain, dimulai dalam satu jam pertama setelah lahir. Pemberian ASI eksklusif telah terbukti meningkatkan perkembangan kognitif anak sebesar 2-4 poin IQ, mengurangi risiko kelebihan berat badan dan obesitas pada remaja, serta memberikan perlindungan seumur hidup terhadap penyakit tidak menular. Kementerian Kesehatan (2025) menyatakan bahwa pemberian ASI eksklusif memberikan manfaat bagi bayi dan ibu. Cakupan ASI eksklusif di Purwokerto Selatan adalah 68,5%. Untuk meningkatkan keberhasilan menyusui, pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang edukasi dan teknik pijat laktasi di Desa Karang Pucung, Puskesmas Purwokerto Selatan, perlu ditingkatkan. Menurut sebuah studi oleh Sinegar Nurlama (2025), intervensi yang berlangsung selama 15 hingga 20 menit selama tujuh hari terbukti meningkatkan produksi ASI, memberikan rasa nyaman, dan mengurangi kecemasan. Menurut penelitian Angesti Herlina (2025), keterampilan menyusui ibu pascapersalinan di RSUD Kanjuruhan sangat dipengaruhi oleh edukasi dan film metode laktasi. Edukasi laktasi meningkatkan pengetahuan ibu untuk memfasilitasi pemberian ASI eksklusif. Proyek pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat Desa Karangpucung, Puskesmas Purwokerto Selatan, tentang edukasi menyusui dan teknik pijat laktasi. Metode: Edukasi pijat laktasi dan edukasi ASI eksklusif. Hasil: 80% ibu berusia antara 20-30 tahun, 88% trimester kehamilan adalah ibu hamil trimester ketiga.

Downloads

Published

2026-02-05